Latest News

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Dari Abi Walid Ubadah bin Shomit semoga ALLAH meredhoinya, ia berkata : "kami telah membaia't Rasulullah Saw agar selalu taat dalam kondisi apapun, susah, senang, suka ataupun tidak suka, walaupun mencuri keuntungan dari kami, bahwa kami tidak akan berdebat dengan orang yang ahli dalam bidangnya, kecuali jika melihat kekufuran yang nyata dan kami memiliki hujjah, dan kami berjanji untuk selalu mengatakan yang benar dimanapun kami berada, hanya karena Allahlah kami tidak takut akan cercaan orang-orang.(muttafaq alaih)

Petikan Pertama :
Para sahabat menyatakan komitmen mereka di hadapan Rasullah untuk selalu taat kepada para pemimpin walaupun berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan, yaitu dalam keadaan ekonomi yang sempit, dalam keadaan tidak menyukai arahanya, dan juga taat kepada pemimpin sekalipun mereka terlena dengan kehidupan duniawi karena telah banyak bekerja untuk rakyat. karena ini adalah perintah "Atasan utama" Allah Swt "taatilah Allah dan Rasulnya dan para pemimpin kamu".
Namun itu bukan itu bukan berarti peluang bagi pemimpin untuk bertindak semena-mena, karena tiap gerak kehidupan ini ada "kode etiknya" Allah yang telah menciptakan bumi berikut isinya ini, tentu lebih maha tahu apa yang semestinya bagi setiap mahluk yang ada di dalamnya.
Abu Bakkar As-Siddiq memberikan jalur resmi menurut islam bagi rakyat untuk bergerak, melalui perkataan beliau ketika baru terpilih sebagai pemimpin: " taati aku selama aku taat kepada Allah, dan aku lepaskan kewajiban kalian utnuk taat kepadaku jika aku berbuat maksiat terhadap Allah". logikanya adalah kenapa kita harus taat kepada pemimpin sedangkan ia bermasalah terhadap "pemimpin utama" dari sekalian pemimpin. dialah Allah yang mesti paling di taati.
Alangkah langkanya sosok pemimpin seperti halnya Abu Bakkar semoga Allah meredhoinya.

Petikan Kedua : 
Ada tiga  syarat yang membolehkan kita mendebat pemimpin itu  :
1.Jika kita melihat mereka telah benar-benar, tanpa di ikuti persangkaan yang jelek.
2.Kejahatan mereka adalah bersifat kufur bukan fasiq.
3.Bentuk kekafiran mereka adalah nyata.
4.kita memiliki bukti atau burhan, dalam artian lain kita memiliki data lengakap dan valid mengenai kekafiranya.

Kesimpulan :
Ketentraman, kedamaian, kenyamanya adalah milik dan hak sesama, dan itu semua bisa terbentuk karena ada kebersamaan, jika ada beberapa elemen yang tidak mengindahkan aba-aba yang telah ada, maka itu semua akan menjau dari kita.

Kesalahan yang sangat fatal bagi setiap yang di pimpin untuk bertindak semena-mena dalam berbuat sesuatu yang bisa merugikan masyarakat umum untuk mendapatkan yang di inginkan.

Abu Bakkar adalah sosok pemimpin yang kita rindukan untuk hadir kembali, "menjelma" ke setiap pemimpin2 islam di seluruh dunia.amin.

oleh : abduh
riyadhusholihin hadits 186 hal 472


Tags: , ,

About author

Curabitur at est vel odio aliquam fermentum in vel tortor. Aliquam eget laoreet metus. Quisque auctor dolor fermentum nisi imperdiet vel placerat purus convallis.

0 komentar

Leave a Reply

saran dan komentar dari anda, klik catat ulasan setelah menulis komentar :